keberlanjutan

Fakta Mengenai Plastik dan Keberlanjutan yang Sering Jadi Miskonsepsi

By administrator | Modern | No Comments

Konsumen maupun perusahaan sama-sama menjadi semakin sensitif terhadap keberlanjutan (sustainability). Terutama akan banyaknya fakta dan mitos yang beredar mengenai plastik. Akibat perubahan iklim dunia merasakan tekanan yang mendalam dan eksistensial pada manusia untuk mengambil tindakan. Apalagi dengan adanya kebakaran hutan, banjir, dan kenaikan harga pangan dalam 1 bulan terakhir.

Sayangnya, istilah “keberlanjutan” itu sendiri tetap sulit dipahami bahkan didefinisikan dengan buruk. Sebagai akibatnya, praktik keberlanjutan dari satu perusahaan ke perusahaan berikutnya dapat sangat bervariasi. Selain itu, masyarakat mulai terbebani dengan banyaknya larangan dan sifat kompleks dari gaya hidup keberlanjutan ini. Banyak orang merasa berubah membuat pilihan yang bertanggung jawab atas planet ini semakin membuat bingung.

Untuk menghilangkan beberapa miskonsepsi dan mendukung upaya keberlanjutan Anda. Mari kita selesaikan tiga kesalahpahaman umum yang sering kita temui seputar keberlanjutan dan gaya hidup zerowaste, khususnya plastik.

Tiga Kesalahan Umum Seputar Plastik

keberlanjutan
  1. “Semua plastik dapat didaur ulang dan telah didaur ulang.”
    SALAH. Secara global, hanya 9-11% dari plastik yang pernah diproduksi, telah didaur ulang. Lainnya berakhir di tempat pembuangan sampah, lingkungan atau dibakar  ―menurut CNN. Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas, coba bayangkan. Pada tahun 2015, 381 juta ton plastik dibuat, yang berarti sekitar 346 juta ton plastik tidak akan pernah didaur ulang.

Salah satu alasan yang mungkin menjelaskan ini adalah bahwa dalam pembuatan plastik, produsen tidak memperhitungkan metode pembuangan yang tepat. Tidak semua plastik dapat didaur ulang. Sementara plastik yang dapat didaur ulang mungkin hanya dapat digunakan kembali dua atau tiga kali. Selain itu, plastik yang terkontaminasi oleh makanan atau minuman biasanya berakhir di tempat sampah.

Alasan utama lain mengapa sangat sedikit plastik yang didaur ulang adalah bahwa bahan daur ulang adalah sedikitnya komoditas. Jika tidak ada pasar yang tertarik untuk itu, atau jika memilah dan mengolahnya mahal, maka mereka tidak terolah. Persepsi salah bahwa semua plastik telah didaur ulang telah menyebabkan konsumsi berlebihan produk plastik sekali pakai. Menurut National Geographic, 1 juta botol minum plastik terjual setiap menitnya. Bayangkan jika 1 juta botol plastik itu dibuang dalam menit berikutnya. Berapa juta botol plastik yang terbuang?

Ide Bisnis Keberlanjutan Yang Bisa Anda Mulai

  1. “Plastik yang dapat dikomposkan, lebih baik untuk lingkungan.”
    SALAH. Plastik yang dapat dikomposkan, atau compostable plastic sering menjadi alternatif yang dipilih oleh banyak pengusaha. Jenis plastik ini bekerja dengan cara memecah plastik menjadi bahan seperti tanah setelah di’rawat’ di komposter industri selama 90 hari. Meskipun demikian, pendekatan ini juga ditemukan memiliki masalah.

Pertama, sangat sedikit fasilitas yang mampu mengompos sampah dari plastik ini. Dan sebagian besar konsumen tidak memiliki akses ke fasilitas tersebut. Kedua, mereka tidak dapat didaur ulang dengan plastik lain. Jadi tidak boleh tercampur.

Compostable plastic tidak dimaksudkan untuk didaur ulang dan dapat mencemari dan mengganggu aliran daur ulang jika dicampur dengan plastik berbasis minyak bumi yang tidak dapat dikomposkan.”

Environmental Protection Agency (EPA)

Karena itu, plastik yang dapat dikomposkan bisa jadi lebih merugikan daripada jenis plastik minyak bumi biasa yang dapat didaur ulang. Karena, saat plastik ini melalui proses biodegradasi, mereka terpisah menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Dikhawatirkan akan menjadi mikroplastik yang dapat larut ke dalam tanah atau air.

Plastik Ramah Lingkungan Yang Dapat Di Daur Ulang

  1. “Pakaian rPET lebih berkelanjutan daripada pakaian katun.”
    SALAH. Tren baru untuk pakaian dan tekstil adalah mengolah plastik daur ulang menjadi kain. Memadukan kain dengan benang yang terbuat dari sampah plastik daur ulang. Meskipun cara ini dapat memperpanjang penggunaan barang plastik, yang artinya barang tersebut masuk menjadi kain, daripada ke tempat pembuangan akhir. Hal ini tidak selalu memberikan solusi jangka panjang.

Katun yang bagus dan alami adalah jenis tekstil yang dapat bertahan lama dengan diubah menjadi pakaian baru tanpa batas waktu. Namun, ketika plastik dicampur dengan kapas dan bahan lainnya. Seperti halnya dengan pakaian rPET akan lebih sulit, bahkan tidak mungkin untuk mendaur ulang pakaian tersebut setelah tidak lagi dipakai. Jadi, meskipun bahan awal dapat didaur ulang, masih ada kemungkinan bahan tersebut akan terbuang sia-sia di tempat pembuangan sampah.

daur ulang sampah

Bagaimana Para Pemimpin Dapat Mengatasi Kesalahpahaman Ini

Jika Anda terlanjur menerapkan salah satu dari tiga kesalahpahaman diatas, Anda tidak sendirian. Banyak perusahaan yang memanfaatkan informasi yang membingungkan dan beragam tentang keberlanjutan untuk menghemat biaya dan mengambil jalan pintas.

Meskipun demikian, ada beberapa langkah nyata yang dapat dilakukan oleh para pemimpin bisnis baik di kantor maupun kehidupan pribadi mereka, guna menyelaraskan kebiasaan dengan tujuan keberlanjutan:

• Alih-alih membeli barang-barang dalam kemasan plastik, pilihlah barang-barang dalam wadah kaca, kertas tidak bercetak atau aluminium.

• Hindari plastik sekali pakai dan plastik “yang dapat dikomposkan”. Anda juga dapat berusaha untuk menghindari pakaian rPET dan sebagai gantinya menyukai pakaian yang terbuat dari 100% katun.

• Ingat: Pepatah mengatakan, “Kurangi, gunakan kembali, daur ulang.” Reduce, reuse, recycle. Urutan itu penting. Daur ulang harus menjadi pilihan terakhir pembuangan.

Tidak dapat disangkal bahwa kita berperan penting dalam menciptakan krisis iklim yang kita saksikan sekarang. Kabar baiknya, kita dapat berubah untuk beralih ke gaya hidup berkelanjutan. Kita tidak lagi harus memilih antara keuntungan dan planet. Bersama-sama, kita dapat memperbaiki situasi.

Leave a Comment
Open chat