harga plastik perang

Dampak Perang Iran, Harga Plastik Ikut Naik

By administrator | World News | No Comments

Saat harga minyak mentah melampaui $110 per barel pada hari Senin, mencapai level tertinggi yang belum pernah terlihat sejak tahun 2022. Konsumen merasakan dampak perang Iran dan kerusakannya terhadap produksi energi di seluruh dunia.

Hampir semua barang — termasuk plastik — meningkat seiring dengan kenaikan harga bensin, solar, dan bahan bakar jet. Penutupan efektif Selat Hormuz, jalur air yang mengangkut seperlima minyak mentah dan gas alam cair dunia, telah menimbulkan masalah bagi industri pelayaran. Kenaikan harga minyak dan gas yang cepat akan menambah beban.

Polimer merupakan salah satu bahan baku utama untuk pembuatan plastik. Dan asalnya dari minyak mentah. Bahan baku tersebut mencakup sekitar 80 persen dari biaya produksi plastik. Sedangkan sisanya 20 persen berasal dari biaya utilitas, termasuk listrik, dan biaya tenaga kerja.

Berapa Harga Plastik Saat Perang Ini?

Harga PVC sendiri sudah mengalami kenaikan sebesar $0,26 per kg dalam seminggu terakhir. Dimana bisa merupakan kabar baik bagi para pelaku industri pipa plastik. Selain itu, industri kemasan plastik diuntungkan oleh layanan pengiriman. Pasar yang telah berkembang pesat karena kebiasaan konsumen berbelanja dari rumah sejak COVID-19. Layanan pengiriman makanan dan minuman yang berkembang pesat mungkin dapat menutupi kerugian yang dialami produsen kemasan plastik akibat berkurangnya penggunaan kantong plastik di supermarket.

Harga minyak yang lebih tinggi juga meningkatkan permintaan minyak kedelai, minyak sawit, dan minyak nabati lainnya yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar berbasis minyak bumi. Pada akhirnya konsumen yang akan dibebankan inflasi jika harga tidak kunjung stabil.

Mungkinkah Mengurangi Plastik?

Sebagai upaya penghematan, dalam rumah tangga masih memungkinkan untuk mengurangi plastik. Namun untuk kebutuhan industri, para kontraktor atau produsen teknologi akan keberatan. Seperti yang kita tahu banyak barang-barang yang kita gunakan menggunakan plastik sebagai komponen utama. HDPE, PVC, PET, dll. Bisnis bisa akan melemah.

Mengandalkan teknologi baru adalah solusinya. Kita harus mencari pengganti plastik yang tahan lama dan fleksibel. Selain itu, mengurangi plastik seperti limbah sekali pakai juga tidak boleh disepelekan. Plastik sekali pakai tidak ada hubungannya dengan harga yang naik akibat perang. Karena masih menjadi sampah bagi masyarakat. Pilihlah plastik yang dapat terurai dengan cepat, atau daur ulang. Dengan begitu kita akan meminimalisir dampak kelonjakan harga plastik.