Apa Yang Terjadi Jika Seluruh Plastik Di Dunia Lenyap?
By administrator | Technology | No Comments
Plastik sudah tinggal di hidup kita selama waktu yang kita tidak sadari. Dari sikat gigi yang kita gunakan di pagi hari hingga smartphone di tangan kita, plastik ada di mana-mana. Namun, pernahkah Anda merenungkan betapa pentingnya bahan ini dan apa yang akan terjadi jika plastik lenyap dalam semalam?
Mungkin terdengar absurd membayangkan tinggal di gedung yang terbuat dari bahan yang sama dengan casing ponsel atau botol air, tetapi plastik bukan hanya untuk kenyamanan. Sebagian besar infrastruktur di sekitar kita, termasuk bahan bangunan, kabel listrik, dan bahkan peralatan medis, bergantung pada plastik. Tanpanya, cara hidup modern kita akan terancam.
Jika semua plastik tiba-tiba lenyap, konsekuensinya akan sangat dahsyat. Kita tidak hanya berbicara tentang kesulitan menyimpan sisa makanan atau kehilangan akses internet. Pesawat bisa mogok di tengah penerbangan, kota-kota bisa gelap gulita, dan rumah sakit bisa berantakan tanpa komponen plastik esensial.
Namun, terlepas dari pentingnya plastik, plastik juga merupakan salah satu tantangan lingkungan terbesar kita. Hanya sepuluh persen dari plastik yang kita hasilkan yang benar-benar didaur ulang. Sisanya berakhir di tempat pembuangan sampah, insinerator, atau, yang terburuk, lautan. Antara satu dan delapan juta ton plastik masuk ke lautan setiap tahun, mengancam kehidupan laut, merusak ekosistem, dan menyusup ke rantai makanan kita melalui mikroplastik.

Mengapa Mendaur Ulang Plastik Begitu Rumit
Jelas, hubungan manusia dengan plastik memang rumit. Kita semakin bergantung padanya, untuk kemasan, elektronik, konstruksi, transportasi. Namun, masalahnya bukan pada seberapa banyak plastik yang kita gunakan; melainkan kita belum menemukan cara untuk menggunakannya kembali secara efektif.
Bahkan bagi pendaur ulang yang teliti, prosesnya tidaklah sederhana. Plastik hadir dalam berbagai bentuk kimia, masing-masing dengan sifat yang unik. Botol air, yang diklasifikasikan sebagai plastik tipe satu, relatif mudah didaur ulang, sementara wadah styrofoam, yang diklasifikasikan sebagai plastik tipe enam, jauh lebih sulit diproses. Plastik juga didaur ulang menggunakan berbagai metode, termasuk mekanis dan kimiawi.
Daur ulang mekanis melibatkan pemilahan, peleburan, dan pembentukan ulang plastik menjadi produk baru. Namun, kontaminasi, seperti sisa makanan, dapat merusak seluruh tumpukan, dan banyak jenis plastik masih berakhir di tempat pembuangan sampah atau lautan.
Bisakah Plastik Lenyap Sekadarnya?
Gagasan untuk menghilangkan plastik sepenuhnya telah digagas oleh para pegiat lingkungan. Tetapi konsekuensinya akan sangat menghancurkan. Bayangkan bangun tidur dan mendapati kulkas, kompor, dan motor Anda hilang. Kulkas akan rusak, kabel listrik akan rusak tanpa lapisan plastik, dan rumah sakit akan kehilangan jarum suntik, selang infus, dan peralatan medis yang menyelamatkan jiwa. Masyarakat modern akan lumpuh total, membuktikan bahwa plastik lebih dari sekadar kenyamanan; plastik itu penting.
Alih-alih membuat plastik lenyap, solusi inovatif justru bermunculan untuk mengatasi masalah sampah. Salah satu pendekatan paling menjanjikan datang dari Ontario, Kanada, di mana Aduro Clean Technologies telah mengembangkan metode terobosan yang disebut Teknologi Hidrokemolitik, atau HCT.
Tidak seperti daur ulang mekanis tradisional, HCT adalah bentuk daur ulang kimia yang memecah plastik pada tingkat molekuler, mengubahnya kembali menjadi bahan penyusun dasarnya. Sampah plastik padat dihancurkan, dicampur dengan air, katalis, dan sumber hidrogen, kemudian dipanaskan dalam reaktor. Hasilnya adalah minyak cair dengan kemurnian tinggi yang dapat diubah menjadi plastik baru atau bahkan bahan bakar.
Proses ini membutuhkan lebih sedikit energi daripada metode daur ulang lainnya dan mengurangi jejak karbon. Dengan menggunakan kembali plastik yang ada, hal ini juga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil seperti minyak dan gas alam, yang tidak terbarukan dan berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca.

Ada juga inovasi aditif plastik. Dimana pencampurannya dengan biji plastik dapat membuat barang plastik apapun dapat terurai jauh lebih cepat. Membuatnya tidak menumpuk di sampah dan mengurangi mikroplastik.
Hanya karena sesuatu menyebabkan masalah bukan berarti menghilangkannya adalah solusinya. Plastik telah menjadi tulang punggung kehidupan modern, dan menghilangkannya dalam semalam dapat menyebabkan lebih banyak kerugian daripada manfaat. Masa depan bukan terletak pada meninggalkan plastik, tetapi pada memikirkan kembali cara kita menggunakannya dan cara kita mendaur ulangnya secara efektif.
Leave a Comment